"She walks in beauty, Like the night of cloudless climes and starry skies; And all that's best of dark and bright. Meet in her aspect and her eyes" -Lord Byron
Poster ini sekarang tersebar di jalan-jalan di Kota Depok.
Poster ini bukan iklan layanan masyarakat yang dikeluarkan oleh Pemda karena saya tau walikota kami walikota terkomersil. pemda kami lebih melarang kami untuk nikah muda daripada menganjurkan kami untuk banyak membaca. *serius ada iklan layanan masyarakat tentang nikah muda di jalan juanda*
saya bukannya menghakimi beliau tapi memang kenyataannya begitu.
pembangunan di depok memang pesat. banyak apartemen, banyak mal besar, jalanan lebar. nyaris mirip dengan ibukota. tapi ga selamanya pembangunan di depok menguntungkan kami.
apakah bijak untuk lebih memilih membangun mal dan apartemen daripada membangun perpustakaan or at least bangun ruang membaca?
apakah lebih baik melebarkan jalan dengan dalih untuk mengurai kemacetan padahal faktanya untuk menempatkan baliho-baliho iklan yang kebanyakan foto dari walikota depok yang nyengir lebar selebar-lebarnya yang membuat saya selalu tertarik untuk menganalisa wajahnya dan berakhir dengan jumlah dosa saya yang semakin tertimbun :p yang hasilnya ga terlalu berpengaruh dalam mengurai kemacetan. setiap rush hour, macetnya depok bikin stres. saya pernah 1,5 jam terjebak kemacetan di sekitar margonda sampe tanjung barat. gila!
saya sudah merasa cukup dengan bangunan mal yang ada di depok. apartemen yang ada di depok juga cukup. perpustakaan kota? kami tidak punya. beruntung ada sekelompok orang yang punya kesadaran untuk membawa perpustakaan masuk mal.
di detos ada perpustakaan kecil. itu juga tidak terlalu populer. koleksi bukunya itu-itu saja. dan sepi pengunjung karena kami tidak terbiasa berkunjung ke perpustakaan dan lebih baik mengitari mal. MIRIS!

Poster ini sekarang tersebar di jalan-jalan di Kota Depok.

Poster ini bukan iklan layanan masyarakat yang dikeluarkan oleh Pemda karena saya tau walikota kami walikota terkomersil. pemda kami lebih melarang kami untuk nikah muda daripada menganjurkan kami untuk banyak membaca. *serius ada iklan layanan masyarakat tentang nikah muda di jalan juanda*

saya bukannya menghakimi beliau tapi memang kenyataannya begitu.

pembangunan di depok memang pesat. banyak apartemen, banyak mal besar, jalanan lebar. nyaris mirip dengan ibukota. tapi ga selamanya pembangunan di depok menguntungkan kami.

apakah bijak untuk lebih memilih membangun mal dan apartemen daripada membangun perpustakaan or at least bangun ruang membaca?

apakah lebih baik melebarkan jalan dengan dalih untuk mengurai kemacetan padahal faktanya untuk menempatkan baliho-baliho iklan yang kebanyakan foto dari walikota depok yang nyengir lebar selebar-lebarnya yang membuat saya selalu tertarik untuk menganalisa wajahnya dan berakhir dengan jumlah dosa saya yang semakin tertimbun :p yang hasilnya ga terlalu berpengaruh dalam mengurai kemacetan. setiap rush hour, macetnya depok bikin stres. saya pernah 1,5 jam terjebak kemacetan di sekitar margonda sampe tanjung barat. gila!

saya sudah merasa cukup dengan bangunan mal yang ada di depok. apartemen yang ada di depok juga cukup. perpustakaan kota? kami tidak punya. beruntung ada sekelompok orang yang punya kesadaran untuk membawa perpustakaan masuk mal.

di detos ada perpustakaan kecil. itu juga tidak terlalu populer. koleksi bukunya itu-itu saja. dan sepi pengunjung karena kami tidak terbiasa berkunjung ke perpustakaan dan lebih baik mengitari mal. MIRIS!


  1. wittletigglywiggly posted this