"She walks in beauty, Like the night of cloudless climes and starry skies; And all that's best of dark and bright. Meet in her aspect and her eyes" -Lord Byron
Enjoying my sunday afternoon

"Ibuku memang Maria, tapi dia bukan perempuan suci yang dititipi Tuhan. Jadi ketika aku lahir nanti, aku bukanlah Nabi" - Malam Hujan Bulan Desember – View on Path.

Enjoying my sunday afternoon

"Ibuku memang Maria, tapi dia bukan perempuan suci yang dititipi Tuhan. Jadi ketika aku lahir nanti, aku bukanlah Nabi" - Malam Hujan Bulan Desember – View on Path.



Art on arm

Art on arm



Congratulation for your graduation, Nike!! Congrats for moving on from your comfort zone and taking a new challenging challenge outside MB.
And thanks for being “bu gito” and giving me the chance to be a Brownies.

Spread your wings wider, fly higher and shine brighter in your new path ya Nik! May God of luck always be with you. Dapet salam dr yummy katsu + double choco banana. Oh ya nanti main2 jg ke kantor baru. Si om mau beli massage chair katanya

Congratulation for your graduation, Nike!! Congrats for moving on from your comfort zone and taking a new challenging challenge outside MB.
And thanks for being “bu gito” and giving me the chance to be a Brownies.

Spread your wings wider, fly higher and shine brighter in your new path ya Nik! May God of luck always be with you. Dapet salam dr yummy katsu + double choco banana. Oh ya nanti main2 jg ke kantor baru. Si om mau beli massage chair katanya



Thought via Path

Setelah sekian lama ga scrolling2 feedback di FB, sekalinya scrolling2 langsung dibuat nangis karena menemukan sebuah postingan ttg kabar meninggalnya Sr. Christi, Ibu Asrama saya waktu saya tinggal di Asrama Providentia, Bandung.

Walaupun saya cuma 6 bulan tinggal di asrama tsb, tp rasa sayang saya ke asrama tsb dan orang2 di dalamnya sama dengan rasa sayang saya ke rumah sendiri dan keluarga saya karena mereka lah keluarga pertama saya ketika saya pindah ke Bandung. Sr. Christi menjadi orang pertama yg menyaksikan ke-homesick-an saya di bulan2 pertama saya baru pindah ke Bandung.

Bagi saya Sr. Christi adalah “ibu” yg baik. Beliau sangat perhatian pd anak2nya. Beliau selalu mengingatkan saya utk bersyukur dan mencintai semua ciptaan Tuhan. Beliau selalu mengingatkan saya untuk selalu menjaga makanan saya (beliau hafal betul di luar kepala bahan2 makanan saya yg menjadi pantangan saya pd saat itu). Beliau yang mendorong saya untuk menjadi pelayan gereja dan membuat saya sadar kalau bakat yang saya miliki harus dipersembahkan untuk Tuhan. Beliau yg mengenalkan saya pada Doa Taize hingga saya jatuh cinta dan rindu utk selalu berdoa Taize. Beliau mengajarkan anak2nya bagaimana menjadi seorang wanita yang anggun dan kuat. Kami tidak perlu ikut sekolah kepribadian karena kami punya Sr. Christi.

Sesaat setelah melihat postingan tersebut, saya merasakan penyesalan yang luar biasa. Yg pertama, saya sudah lama sekali tidak berkunjung ke Prova atau berkirim kabar ke Sr. Christi sejak saya pindah dr Prova. Mengirimi beliau SMS pun sudah lama sekali tidak saya lakukan. Mungkin terakhir kali sekitar 4 tahun yg lalu atau lebih.
Saya selalu merasa cukup mengetahui kabarnya secara tidak langsung melalui notesnya yg ia tulis dan tag ke saya di akun FBnya. Yang kedua, saya tidak sempat mengucapkan terima kasih kepada beliau ketika saya akan kembali ke Depok. Dan yg hal terakhir yg membuat saya merasa sangat menyesal adalah… saya mengetahui kabar bahwa beliau sudah dipanggil Tuhan sebulan setelah beliau berpulang. Saya tidak menghadiri upacara pemakamannya dan saya tidak bisa menyampaikan penghormatan terakhir saya kpd beliau.

Malam ini saya benar2 tau rasanya bahwa sesuatu akan menjadi amat berharga ketika sesuatu tsb telah hilang. Malam ini pula saya sadar bahwa seorang suster adalah seorang ibu juga. Ia tidak cukup hanya memiliki 1 anak saja. Ia memiliki kerinduan dan mendapatkan kepercayaan dr Tuhan untuk membimbing banyak anak.

Beristirahatlah dalam damai Sr. Christi. Thanks for everything and you’ll be missed
I love you and I miss you already, suster :’( – Read on Path.



PMS bikin kelakuan jadi Sengkuni

tidak hanya mulut yang bisa bersifat Sengkuni, tapi batin dan perbuatan juga bisa jadi Sengkuni.

hari ini saya sepertinya sedang PMS. badan sakit, sisi psikologis saya mungkin juga sedang rawan radang. kalau sudah begini sifat sengkuni rawan muncul.

setelah jam kerja selesai dengan badan linu-linu luar biasa seakan terserang gejala rubella, seperti biasa saya naik moda transportasi bagi sekian banyak pekerja Jakarta yang rumahnya ada di daerah penopang ibu kota.. APTB (saya memang masih penumpang setia APTB karena AC bisnya lebih dingin drpd AC bus trans. rela deh bayar 5000 lagi demi AC) lalu dilanjutkan dengan commuter line.

gejala kesengkunian saya sepertinya sudah muncul sejak pagi tapi mencapai puncak saat saya ada di dalam kereta sepulang kerja tadi. begitu saya masuk dengan kondisi fisik dan mental yang tidak fit, saya sangat berharap dapet tempat berdiri yang nyaman (tau sendiri lah kalau jam2 pulang kantor, bisa dapat tempat duduk merupakan satu kenikmatan yang langka). saya tidak berharap ada mas2 yang pasang bodi depan badan saya untuk mencegah orang lain menghimpit saya, saya cuma ingin dibagi space yang nyaman (mengingat kereta tiap jam 8 malam tidak terlalu padat) untuk berdiri bukannya saya harus berdiri di depan muka orang.

sebenarnya sudah 2 hari ini saya agak sensi dengan orang2 yang suka duduk di atas lantai kereta. biasanya mamang-mamang. duduk di lantai kereta itu dilarang loh. apalagi pada saat jam2 ramai karena akan nyempit2in gerbong. larangan untuk tidak duduk di atas lantai juga sudah ditempel di dalam gerbong dan tak jarang petugas2 di kereta melakukan aksi sweeping ke orang-orang tersebut. tapi yah judulnya mamang2 impoten, ga kuat berdiri dan lemah, peringatannya ga digubris karena mereka impoten juga dalam mendengar, membaca, dan merasa.

memang duduk dalam perjalanan itu posisi wuenak. tapi mbok ya ga usah sampai duduk di atas lantai. mungkin duduk di lantai merupakan posisi wuenak buat mereka iya wuenak soalnya ga usah cape2 berdiri + nahan keseimbangan + dusel-duselan dan pegangan ke tiang atau hand holder tapi ga wuenak buat orang yang dengan terpaksa berdiri di depan mereka yang sedang duduk di lantai.

saya sering merasa risih dan terganggu kalo di belakang saya ada orang yang duduk. ga PW berdirinya, bikin sempit dan ngalang-ngalangn jalan karena si pasukan duduk atas lantai kereta ini sukanya duduk di dekat2 pintu kereta. see ganggu kan? 

orang-orang seperti inilah yang nyaris selalu memicu sifat kesengkunian saya. biasanya diawali dengan batin dan otak saya duluan yg jadi sengkuni. saya sudah merencanakan hal apa yg harus saya kasih ke orang yg ganggu ke-PW-an saya. setelah strategi sengkuni tersebut muncul, langsung saya realisasikan dengan tindakan yang sengkuni juga. saya pernah nyaris ngentutin orang yang duduk persis di belakan saya. tau kan rasanya keki banget karena ada muka yg nyaris nempel ke pantat. cuma hal itu saya urungkan karena saya ga mau dibuat malu di satu kereta karena pasti oknum yg mukanya saya kentutin bisa langsung tau kalo saya yang kentut.

kalo tadi sore ada hal2 yang bikin saya BT luar biasa sampai sisi sengkuni saya muncul. yang utama sih karena saya ga dapet posisi yang nyaman untuk berdiri. Pertama saya berdiri di sebelah orang yang dari awal dia naik kereta sampe saya mau turun, ga berenti2 ngorek2 kotoran kupingnya dan sepertinya kotoran kupingnya dia bertebaran diatas tasnya yang terus2an dia pukul2 agar kotorannya jatuh. Man, ada saya disebelahnya! geli bukan main membayangkan kotoran telinganya tiba2 ada yang nyasar ke tas atau pakaian saya. Cuma 1 hal yg saya pikirkan untuk menghindari serbuan kotoran telinganya itu yakni pindah posisi. tapi cita-cita untuk pindah posisi hanyalah angan2 belaka karena kondisi kereta saat itu tidak memungkinkan saya untuk pindah posisi ke depan atau belakang karena banyaknya mamang2 impoten yang duduk di atas lantai. combo lah tingkat ke-BT-an saya terutama dengan orang2 y duduk bahkan ada yg sampai tertidur sambil duduk di atas gerbong kereta. saking kesalnya saya dengan orang2 tersebut, ada 2 oknum yg duduk di atas lantai jd korban kesengkunian saya. yg pertama mas2 masih muda, dengkulnya udah jadai sasaran adu dengkul saya pada saat saya berusaha menghindari serangan kotoran kupig dan yang kedua ada seorang bapak2 yang ngalang2in pintu waktu saya mau turun. alhasil, mukanya saya dorong pake tas, dan kakinya saya injek. biarlah dia ngomel dari dalam kereta. salah-salahnya dia sendiri, biarlah dia dapat lesson learnt untuk hari ini.

setelah dibaca ulang, postingan ini agak bitchy dan drama queen ya? yang dihadepin sebenernya sepele tapi karena H(ormones) factor, hal2 itu bikin saya ingin membumi hanguskan aktor2 pelaku hal2 sepele yang bikin saya sebel hari ini.



From today’s friday fun.
The dugem lights really light up the room, the quote on the wall suddenly became a favorite photo spot, and the salad which served during the event was too yummy! I even want to hug a bowl of salad and eat it alone. *fosesip mode on* LOL

#repath at Millward Brown – View on Path.

From today’s friday fun.
The dugem lights really light up the room, the quote on the wall suddenly became a favorite photo spot, and the salad which served during the event was too yummy! I even want to hug a bowl of salad and eat it alone. *fosesip mode on* LOL

#repath at Millward Brown – View on Path.